You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Loading...
Logo Desa Jimbarankulon
Jimbarankulon

Kec. Wonoayu, Kab. Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur

SEJARAH

Operator 11 November 2025 Dibaca 23 Kali
SEJARAH
1. Asal-Usul Nama
Secara etimologi, nama "Jimbaran" sering dikaitkan dengan istilah dalam bahasa Jawa yang merujuk pada area yang luas atau lapang. Di banyak wilayah di Indonesia, nama Jimbaran berasal dari kata "Jimbarwana" yang berarti hutan yang luas. Penambahan kata "Kulon" (Barat) berfungsi sebagai pembeda administratif dengan wilayah Jimbaran lainnya yang mungkin berada di sisi timur atau wilayah sekitar.
 
2. Konteks Sejarah Wilayah
Jimbaran Kulon merupakan bagian dari sejarah besar Kabupaten Sidoarjo yang dulunya bernama Sidokarie pada masa kolonial Belanda (sekitar tahun 1851). Sebelum masa kolonial, wilayah Wonoayu dan sekitarnya termasuk dalam cakupan pengaruh Kerajaan Jenggala, sebuah kerajaan Hindu-Buddha yang pernah berjaya di Jawa Timur antara abad ke-8 hingga ke-13.
 
3. Kehidupan Tradisional dan Budaya
Masyarakat Desa Jimbaran Kulon tetap memelihara nilai-nilai tradisional Jawa yang kental. Kehidupan sehari-hari mereka banyak dipengaruhi oleh adat istiadat setempat yang diakui oleh sistem pemerintahan desa. Tradisi seperti ruwatan setiap tahun masih diadakan di desa ini, dengan sesepuh desa yang dikenal di Punden yang ada di desa ini "Mbah Tandur". kegiatan keagamaan di mushola maupun masjid desa menjadi pusat interaksi sosial yang menjaga keharmonisan warga.
 
4. Perkembangan Desa Saat Ini
Memasuki tahun 2026, Desa Jimbaran Kulon terus melakukan pembenahan melalui program kerja pemerintah desa. Beberapa poin penting perkembangan terkini meliputi:
  • Pemerintahan Desa: Desa ini dikelola oleh perangkat desa yang terdiri dari Kepala Desa, Sekretaris Desa (Sekdes), dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD).
  • Ekonomi: Tonggak Perekonomian warga di Desa Jimbaran Kulon sebagian besar warganya bekerja di berbagai sektor swasta, sebagian lainnya di sektor perdagangan, pertanian dan lain sebagainya.selain itu adanya Koperasi Desa, Poktan, PKK, UMKM juga menjadi pilar penggerak ekonomi warga. 
  • Lingkungan: Berdasarkan penelitian akademis, kualitas air tanah dangkal di wilayah ini terus dipantau untuk memastikan kebutuhan air bersih warga terpenuhi dengan baik. (wik/leo)
 

APBDes 2026 Pelaksanaan

APBDes 2026 Pendapatan

APBDes 2026 Pembelanjaan